Pengumpan:
Tulisan
Komentar

RISING FORCE : BLACK CLOUD IN THE NOVUS SKY

Chapter IX

Oleh Riffslay Hyde, april 25 2012

Story of the forgotten heroes

“Gwahahaa.. Pantas saja aku merasa mengenalmu ternyata kau adalah anaknya Reon.. Reon adalah seorang prajurit yang setia… Ia tewas sebagai pahlawan Union” Ayas tertawa kemudian mereguk anggurnya lagi.

“Ahh betapa susah mendapatkan minuman seperti ini disini…” Ia menaruh beberapa potong kayu bakar untuk membesarkan api. Kami sedang duduk didepan pondok kecil kedaman Ayas sambil menghangatkan badan dengan membuat api unggun. Kebetulan aku membawa sedikit Anggur yang diberi oleh Alesana waktu memulai perjalanan di ether ini.

“Jadi paman mengenal ayahku?”

“Iya… Saat pengepungan Outcast-pun mereka ada dibawah pimpinanku” Raut wajah tua itu tampak sedih terkenang cerita pahit itu. Dimana para pasukan bellato terkepung empat penjuru oleh pasukan cora dan harus bertahan mati-matian.

“Ia seorang prajurit yang gagah, dari tiga faboulus yang tersisa Cuma 1 portal yang boleh digunakan dan tanpa ragu lagi Reon dan Shinzo mengirim Coycoy pulang. Aku sempat bertanya kepada mereka mengapa tanpa mengundi segera mengirim Coycoy pulang? Mereka hanya tertawa dan berkata Coycoy adalah adik kesayangan mereka” Ayas tertawa dan kembali mereguk anggur itu. Ia melemparkan botol itu padaku, aku meminum seteguk dan merasakan kehangatan mengalir memasuki tenggorokanku.

“Jadi paman akan membantuku untuk bertemu dengan calliana princess?” Aku bertanya kepadanya dengan penuh semangat. Sedari tadi ia telah mendengar semua cerita perjalananku hingga sampai ketempat ini.

“Hmm… calliana princess itu seorang yang beradat aneh, dia paling benci untuk bertemu dengan bangsa pendatang.” Ayas termenung-menung menatap bintang dilangit.

“Tak bisakah paman memikirkan satu cara?”
Lanjut Baca »


RISING FORCE : BLACK CLOUD IN THE NOVUS SKY

Chapter VIII

Oleh Riffslay Hyde, april 25 2012

 

 

A mercenary

Tiga orang accretia itu terdiri dari dua orang striker dan satu orang punisher. Ketiganya mengenakan armor tipe Saint yang berwarna putih terang. Kelihatannya mereka bukan para pemburu accretia yang biasa berkeliaran ditempat ini.

“Sialan ini namanya lolos dari kejaran srigala masuk kekandang macan” Keluh Alesana. Aku hanya diam memperhatikan para accretia menanti apa yang akan dilakukan oleh mereka itu.

“Sungguh sangat hebat senjata ini ABA hanya satu hit!” Ucap striker yang menembak tadi dengan nada penuh kebanggaan.

“Hahaha louncer itu hanya menang dalam jarak tetapi tidak banyak berguna saat terdesak” Sahut punisher rekannya dengan nada mengejek.

“Eh mana Darkstar mengapa ia belum juga sampai kesini?” Tanya si striker.

Striker satunya hanya mengangkat bahu.

“Specialist nggak guna itu pastiah masih sibuk memungut gli” Jawab si punisher.

“Seharusnya ia sudah berada disini buat mengelap Inferno ini! Apa gunanya punya babu dalam tim” Si striker sudah mencabut siegenya dan kembali pada posisi normal.

“Codename Darkstar! Dimana kamu cepat kelokasi kami!” Pekik striker satunya rupanya ia sedang menggunakan radio untuk menghubungi rekannya yang bernama Darkstar itu.

Siapa mereka?  Mengapa mereka mengabaikan kami seolah tak sadar pada keberadaan kami. Sungguh aneh…. Apa mau para accretia ini?
Lanjut Baca »


RISING FORCE : BLACK CLOUD IN THE NOVUS SKY

Chapter VII

Oleh Riffslay Hyde, april 25 2012

Under the strom

Aku segera berlari kencang kembali ketempat pertempuran tadi. Terlihat pertarungan masih berlangsung. Para prajurit bellato tampak terkepung oleh para cora yang rata-rata para spiritualist.

“Hentikan! Hentikan! Miaw ini aku Reid yang telah membunuh Kitaro!” Aku berteriak-teriak mendekati kearah pertempuran tersebut. Sungguh aku berharap Miaw dapat mendengar teriakanku itu sehingga pertempuran segera dihentikan.

Miaw yang sedang mengamuk tiba-tiba melompat kebelakang, Joseph yang melihat Miaw mundur segera mengikuti tindakan wanita itu. Ia segera memberi kode agar pasukan Cora menghentikan serangan. Miaw dengan tangkasnya melompat dan dalam sekejab mata telah berdiri didepanku. Ia memperhatikanku dengan wajah penuh pertanyaan.

“Siapa kamu?” Ia bertanya dengan suara datar.

“Aku Reid dari Faboulus” Jawabku singkat mendeskripsikan diri.

“Kunyuk dari Faboulus, bagaimana bisa kau membunuh Kitaro?”

Aku menggeleng.”Itu hanya sebuah kecelakaan aku tidak pernah bermaksud begitu”

“Kusangsikan kemampuanmu sehebat itu dan keberuntunganmu tidak sebesar itu” Ia tampak meragu. Mungkin ia melihat penampilanku yang hanya mengenakan jubah perang prajurit biasa sehingga sulit untuknya mempercayai perkataanku.

“Terserah kau mau percaya atau tidak, sekarang lepaskan mereka” Aku menunjuk para prajurit bellato yang tampak kepayahan.

Tampak Miaw memicingkan matanya padaku. Tatapannya tampak mengerikan seperti siluman betina yang haus darah. Kemudian ia tertawa lepas lalu mendelik padaku “Memang siapa kamu berani tawar-menawar denganku!?”

“Aku.. aku…”
Lanjut Baca »


RISING FORCE : BLACK CLOUD IN THE NOVUS SKY

Chapter VI

Oleh Riffslay Hyde, april 25 2012

The Devil Couple

Setelah beberapa kali di diharuskan manuver akhirnya pesawat Cartella yang aku tumpangi diizinkan untuk mendarat di Bellato Wharf. Syukurlah kami dapat mendarat dengan selamat di Ether karena telah terjadi badai salju besar yang membahayakan pendaratan pesawat. Penerbangan kami adalah penerbangan terakhir yang diizinkan mendarat saat badai tersebut. Sisanya harus rela kembali ke area pendudukan atau mencari alternatif landasan di tempat lain. Aku terkagum-kagum melihat benua Ether yang daratannya bersalju putih ini. Karena di planet Bellato tidak ada tempat yang seperti ini.

Aku masih terkagum-kagum menyaksikan padang salju yang seakan tidak bertepi itu. Sungguh pemandangan yang sangat indah sekaligus menyeramkan untukku. Tak dapat kubayangkan bagaimana orang dapat hidup ditempat seperti ini tanpa peralatan canggih yang seperti kami bangsa Bellato miliki.

Lamunanku buyar saat Alesana cepat menarik tanganku. Terdengar beberapa kali ledakan di depan Bellato Wharf, disusul dengan serentetan bunyi senapan. Rupanya terjadi pertempuran didepan Wharf.

“Cora menyerang! Cora menyerang!” Tampak beberapa orang berlarian memasuki gerbang Wharf dengan wajah ketakutan. Kemudian beberapa perwira menengah segera menyiapkan pasukannya yang kebetulan berada disana. Dipimpin oleh seorang wizard ber-rank Royal mereka segera membentuk barisan pertahanan.

Barisan miller tampak mulai memasuki arena pertempuran segera membuat barisan pertahanan menggunakan perisai mereka menangkis desingan peluru dan anak panah yang dilontarkan dari jauh oleh pasukan Cora. Disusul oleh barisan catapult MAU memberikan perlawanan dengan senapan otomatis. Aksi tembak menembakpun tidak dapat dihindarkan.

Aku dan Alesana bersembunyi digaris belakang memperhatikan pertempuran. Tampak beberapa prajurit bellato sudah tewas bermandikan darah. Tampaknya mereka adalah korban serangan pertama. Tetapi saat ini pihak Bellato telah menyusun kekuatannya sehingga pertempuran tampak berjalan imbang.
Lanjut Baca »


RISING FORCE : BLACK CLOUD IN THE NOVUS SKY

Chapter V

Oleh Riffslay Hyde, april 25 2012

Frozen hell, land of Anger’s princess

Sore itu pesawat kami mendarat di Area pendudukan Belato. Aku terkagum-kagum melihat pemandangan Novus yang tidak kalah indahnya dengan planet belato. Alesana memberikan satu set Training Set guna penyamaranku sebagai para prajurit baru yang ikut pelatihan di Novus. Ia juga mencarikan penginapan murah dalam Belato Headquarter (HQ) dan berpesan agar aku jangan bercerita jika aku mengenalnya. Setelah menerima sisa pembayarannya ia pergi meninggalkanku untuk melanjutkan usahaku sendiri karena dia harus pergi ke Elan plateau setelah tinggal beberapa hari di HQ.

Berdasarkan penelitianku beberapa hari ini kuketahui bahwa Ether itu terletak diutara, sebuah benua Es yang terpisah dari benua utama di planet ini. Untuk dapat kesana harus menggunakan penerbangan Cartella. Ether adalah daerah netral yang selalu diselimuti es, sebagai sebuah tempat sengketa dari ketiga bangsa yang bertikai disana juga merupakan tempat hidup monster-monster ganas, yang paling terkenal adalah Calliana yang dipimpin oleh Calliana Princess. Sudah beberapa kali Belato Union mengirimkan misi penyisiran untuk menyapu bangsa yang dianggap monster ganas itu tetapi tetap saja para Calliana dapat bertahan dan kemudian membalas dengan membuat kekacauan.
Lanjut Baca »


RISING FORCE : BLACK CLOUD IN THE NOVUS SKY

Chapter IV

Oleh Riffslay Hyde, april 25 2012

It’s all about money

“Apa 20 Juta dallant!?” Pekikku sengit

Dengan wajah tak acuh gadis bernama Alesana itu menjawab “Itu Cuma biaya penerbangan minus akomodasi selama perjalanan yah”

“Eh.. keterlaluan sekali kau” Aku memaki gadis berkacamata itu. Rambutnya terlihat acak-acakan sepertinya baru bangun tidur sedangkan bibirnya sedari tadi tak hentinya mengisap rokok yang sudah sisa setengah.

“Mau mau tidak tidak” Jawabnya tanpa beban.

Aku mengenyikan dahi mencoba berfikir. Memang bangsa belato itu serakah tapi nggak keterlaluan seperti apa yang dilakukan gadis didepanku ini. Rentenir! Serapahku dalam hati. Tapi aku tak punya jalan lain lagi selain memenuhi keinginannya “Separuh didepan dan separuhnya dibelakang agar kau tidak menipuku” Sahutku setuju.

“Jadi!!” Ujarnya semangat lalu menjulurkan tangan. Sialan asli sampah ini orang tidak ada malunya sama sekali. Belum-belum sudah meminta dallant.
Lanjut Baca »


RISING FORCE : BLACK CLOUD IN THE NOVUS SKY

Chapter III

Oleh Riffslay Hyde, april 25 2012

 

A day without sun

 

Aku terbangun dipembaringan yang berada didalam ruangan yang berwarna putih terang. Walau terasa perih kupaksa kedua mata ini untuk dibuka dan memperhatikan sekitarku. Tampak beberapa pembaringan yang sama bentuknya seperti yang aku baringi saat ini tersusun rapi, tetapi tidak ada orang lain disana. Ternyata saat ini aku berada di dalam rumah sakit ibukota belato.

Aku ingin segera bangun dari pembaringan tetapi nyeri ditanganku membuat hal itu tak jadi kulakukan. Jarum infus itu menusuk dalam ke-vena tangan kiriku rupanya agak tertarik lagi. Ahh.. ternyata aku telah pingsan sehingga tak sadar saat dibawa kerumah sakit ini.

Kucoba gerakan punggungku untuk duduk, menyusun bantal dan bersandar. Menoleh kearah jendela yang yang terang benderang karena hari telah siang. Tampak pemandangan gedung-gedung tinggi dikejauhan dan pesawat-pesawat sipil yang hilir mudik beterbangan. Ibukota Belato memang sebuah kota yang sangat besar.

Seorang perawat masuk kedalam ruangan tempatku dirawat. Rupanya pihak rumah sakit telah mengetahui bahwa aku telah sadar karena mereka memiliki peralatan canggih untuk memonitor kondisi para pasiennya dari jauh.

“Selamat pagi Reid” Ujar perawat itu menyapa ramah.

Aku balas tersenyum “Selamat pagi juga nona” Jawabku perlahan.

Perawat itu menghampiri lalu memeriksa keadaan nadi dan suhu tubuhku. Kemudian dia berkata lagi “Sepertinya kondisi tuan memang sudah normal. Kata dokter segera tuan bisa meninggalkan rumah sakit ini”
Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.